Sinopsis Serial Film Girl From Nowhere Episode 8

Kita Akan Diperkenalkan Dengan Karakter Tike

Di episode kedelapan ini adegan dibuka dibuka dengan Tike memasuki toko barang antik, ia meminta penjaga toko yang sedang asik dengan kucing peliharaannya itu untuk melihat sebuah jam, kemudian Tike mencoba jam itu di tangannya, penjaga toko mengatakan “kalau niel amstrong memakai jam tangan itu ketika di bulan” setelah itu Tike mengembalikan jam ke penjaga toko kemudian ia keluar toko. Dengan hebatnya jam tangan neil amstrong  itu sudah berada di tangan Tike yang ternyata ia menukarnya dengan jam tangan miliknya, kemudian Tike mendengar suara kucing yang ternyata milik penjaga toko itu, kucing itu berada di tangan wanita misterius kemudian Wanita itu pergi dan Tike juga pergi.

Tike sedang berada di ruangan kepala sekolah bersama pelayannya, kepsek bertanya “kenapa ayah Tike tidak datang?” dengan ramah pelayan itu menjawab kalau bosnya sedang ada urusan di luar negeri kemudian kepala sekolah mengecek data Tike dan menemukan kalau Tike dikeluarkan dari sekolah lamanya karena ketahuan mencuri, melihat hal ini kepala sekolah berkata kalau sekolahnya tak ingin menerima murid yang bermasalah setelah diskusi dengan kepsek pelayan Tike mengeluarkan uang cek dari jasnya lalu diberikan kepada kepsek Tak hanya itu pelayan mengambil koper yang berisikan uang juga untuk kepala sekolah dan di hari itu juga Tike Diterima masuk sekolah barunya.

Setelah kepala sekolah pergi, Tike berbicara dengan pelayannya Tike mengeluarka pena dari sakunya yang ternyata itu adalah pena milik kepala sekolah tadi jadi di sini tike sudah mengulangi perbuatannya, Nano masuk kelas di sekolah barunya dan memperkenalkan diri ketika nano duduk ia bertanya kepada teman sebangkunya mengenai siswa laki-laki yang duduk di tepi jendela itu Temannya mengatakan “Dia adalah anak yang bermasalah namanya Tike, rumornya dia mencuri di sekolah lamanya makanya ia dipindahkan ke sini” Setelah perbincangan itu mereka merapikan peralatan belajarnya, ternyata temen Nano kehilangan penghapus yang ternyata penghapus itu sudah berada di mulut Nano.

Nano terus memandang kearah Tike ia hanya bermain dengan jam tangannya di atap sekolah, tak  lama kemudian Nano muncul dan berkata “nih makan siang, tadi aku beli untuk kamu” tike berkata “kamu membeli atau mencurinya?” mereka pun berbicara di atap sekolah tapi tike bersikap cuek kepada Nano, Selang beberapa waktu ternyata Nano sudah mendapatkan jam tangan Tike, Nano berkata “kalau cara mencuri kamu itu kuno dan mudah ketahuan” tike yang tak terima ocehan Nano meminta bukti, Kemudian Nano mengambil sesuatu di tasnya dan itu adalah pelakat di kantor kepala sekolah tadi, di sini Tike agak tercengang kepada Nano kemudian mereka berdua berkompetisi untuk membuktikan Siapa yang lebih jago mencuri.

Mereka Mencuri Dompet Anak-Anak Sekolah

Pertama-tama mereka mencuri dompet anak-anak di sekolahan, ketika dibuka dompet curian Tike tak ada uangnya sedangakan dompet Nano berisi banyak uang, Nano menari bersama teman-temannya di Lapangan dengan cepat ia mencuri speaker musik sedangkan tike berjalan  melewati siswa lain dan tiba-tiba headshet siswa itu sudah berada di lehernya tike, setelah dibandingkan ternyata hasil curian Nano lebih besar. Sampe suatu saat ketika ibu guru di kelas ingin membagikan hasil ujian, kertas ujian itu hilang yang kini sudah berada di dalam tas Nano akhirnya tike merasa kalah lantas ia mengakui kemampuan Nano.

Ketika sedang piket kelas, Nano bertanya apakah tike pernah tertangkap dan Tike mengatakan kalau larinya cepat sehingga ia tak pernah tertangkap, pada malam hari mereka berlari dari kejaran pemilik toko yang minuman kalengnya dicuri oleh Nano dan Tike setelah lolos mereka berdua bersenang-senang dan bercanda tawa di hangatnya malam yang indah Tike dan Nano saling bertukar senyuman dan bisa di lihat benih-benih cinta muncul di antara mereka berdua di malam itu senyuman menjadi cara mereka untuk berkomunikasi.

Sejak saat itu tike dan Nano semakin dekat dunia serasa milik berdua dan juga milik senyuman mereka, pada akhirnya Nano pun mau mengajarkan Tike untuk mencuri dengan cara modern mereka berdua pergi ke ruangan seni dan di sana mereka Ingin mencuri lukisan tapi Tike berkata “banyak kamera CCTV di mana-mana ketika kita memasuki ruangan seni tersebut” tapi dengan santai Nano menunjukkan cctv ruangan itu yang sudah di-hack menggunakan handphone nya Tike yang melihat hal ini menjadi kagum dengan Nano, Mereka pun masuk dan mencuri lukisan bunga putih lalu menukarnya dengan lukisan lain.

Nanno Melihat Tike Menyimpan Barang Curiannya

Nano dan Tike berdiri didepan lukisan bunga yang sudah berada di atap sekolah kemudian tike penasaran barang seperti apa aja yang sering dicuri oleh Nano, lalu Nano tersenyum dan menggenggam tangan tike kemudian mereka berlari ke suatu tempat ternyata Nano membawa Tike ke gudang pribadinya yang berisikan semua barang curiannya di sana ada kamera tua, kucing Pemilik toko di awal, kacamata artis terkenal, instrumen musik, hudi harbis, topy Charlie Chaplin dan Nano pun memiliki berlian istri kepala sekolah di sekolah lamanya, kemudian gantian Nano Ingin melihat tempat Tike menyimpan barang curiannya Tike membawa Nano ke rumahnya, rumah tike terlihat sepi dan tak ada orang kemudian Nano pun memuji Tike karena barang curiannya juga banyak sampai tiba-tiba Nano melihat sebuah foto dan bertanya siapa orang itu Tike menjawab “itu adalah ayahnya yang Jarang Bertemu Dengannya” mereka lanjut berbincang dan Tike bertanya Mengapa Nano mencuri, Nano menjawab “itu hanya untuk kesenangan dan ia menyukai perasaan menang“ Nano Bertanya pertanyaan yang sama kepada Tike, tapi Tike berbohong dan Nano mengetahui hal itu kemudian tike berterima kasih kepada Nano karena sudah mau menjadi temannya.

Tike mengakui kalau ia tak memiliki siapapun, disisi Nano terlihat bingung harus berkata apa lalu tike berkata lagi “Aku boleh minta tolong sesuatu gk ke kamu? aku minta tolong kamu jangan pernah menghilang dari aku” Nano menjadi salting dan ia bertanya balik, “Mengapa kamu berpikir demikian?” dia menjawab “karena aku punya firasat kalau kamu akan menghilang setelah bersenang-senang dan setelah merasa puas, aku suka bersamamu Nano jadi tolong jangan pergi ya” Nano semakin salting dan Hanya menjawab “uh” Nano berkata lagi “Sebenarnya aku juga merasa nyaman bersamamu’ Tike tersenyum, Nano menatap Tike dan berkata ‘’Oh iya aku bisa membuat ayahmu kembali’’.

Di perpustakaan Nano bercerita mengenai Sisi Gelap kepala sekolah mereka, ternyata kepsek memakai uang sekolah untuk keuntungan pribadinya untuk itu Nano mengajak Tike bersama-sama mencuri uang kepala sekolah uang itu tersimpan di balik poster besar Kantor Kepala Sekolah di mana uang itu tersimpan rapi di dalam brankas, kemudian Nano memberikan Tike buku manual untuk membuka brankas yang kemudian tike pelajari, Ketika mereka sedang  nongkrong di atap sekolah Tike menyadari sesuatu ternyata polisi terus mengikuti tike seharian mungkin ini masih menyangkut persoalan lukisan yang hilang sebelumnya karena hal ini Tike menjadi tak percaya diri dan ingin membatalkan aksi pencuriannya itu, Tapi Nano percaya  kalau rencana mereka sudah matang dan Ia tetap Ingin mencuri.

Tike Hanya Bisa Diam Saja

Akhirnya Nano memutuskan untuk mencuri sendirian dan ia pun pergi Tike langsung menyusul  Nano lalu ia berkata “baiklah aku ikut tapi dengan satu syarat, kalau kamu ketahuan tolong salahkan aku saja bilang aku lah yang menjebakmu” Nano hanya diam dan tak mau menatap Tike dan tiba-tiba Nano mencium bibir Tike, kemudian Nano berkata “Malam ini kita jalankan rencananya’’ Tike menunggu kepala sekolah pergi dan ia masuk sedangkan Nano berada di kejauhan bertugas untuk mengecek CCTV Tike berhasil masuk  dan pelan-pelan ia membuka brankas kepala sekolah itu kemudian Tike mengambil sebuah dokumen, setelah ia berbalik badan dokumen  itu diambil oleh seseorang  lampu ruangan hidup dan sudah berdiri kepala sekolah dan 4 orang polisi, kepala sekolah meminta polisi itu untuk menunggu di luar Tak lama kemudian Nano masuk ke ruangan dan Tike langsung berkata kalau Nano tak terlibat dengan masalah ini tapi kenyataannya semua hal ini merupakan rencana Nano tak lama setelah itu terdengar suara kaki dari luar dan Tike menduga yang datang itu adalah ayahnya eh ternyata itu adalah si pelayan.

Tike yang melihat hal ini tak banyak bicara dan diam, kemudian Atas kejadian ini si pelari minta maaf kepada kepala sekolah dan iapun berkata ada titipan hadiah kecil dari ayahnya Tike untuk Kepala Sekolah Pelayan memberikan sejumlah uang cek tapi tike malah mengambil uang cek  itu lantas menatap pelayan dan berkata “katakan kepada Ayahku kalau uang tak dapat membeli segalanya” Tike pun merobek cek itu dan ia memukul wajah kepala sekolah polisi langsung masuk dan menangkap tike, Beberapa waktu kemudian Tike bebas Dari penjara anak, ketika ia berjalan keluar di sana sudah ada seseorang yang menunggunya yang ternyata adalah ayahnya kemudian tike berjalan melewati  ayahnya itu lalu sang Ayah mengucapkan selamat tinggal dan sontak Tike berhenti berjalan lalu Tike berbalik sambil menangis dan memeluk ayahnya.

Pada akhirnya Nano memang benar mendapati perkataannya Kalau ia akan membawa Ayah Tike kembali, Tike kemudian merenung kesana-kemari mengingat Nano kemudian Tike mengambil jaketnya dan berjalan-jalan tak sengaja ia melihat lukisan yang dicurinya itu tertempel di dinding tiba-tiba Nano datang dan ia berkata “orang-orang sering kali tak menghargai milik mereka, hingga kehilangan semuanya makanya saat kubilang akan mengembalikan ayahmu Kupikir aku perlu menjauhkanmu dari ayahmu terlebih dahulu” Tike menjawab “aku udah tahu kok maksud kamu dan bagaimana jika aku tak mau kehilangan sesuatu, Aku tak ingin kehilanganmu Nano”  tapi Nano tak menjawab pertanyaan Tike dan hanya memandangnya saja Kemudian Nano berjalan meninggalkan Tike ia menoleh ke belakang dan mata Nano merah juga wajahnya murung, setelah menoleh kearah Tike nano pun pergi, sambil menyandar ke tembok tike diam menatap lukisan itu dan film pun selesai.